ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung
BANDUNG | Akrediatasi merupakan  perwujudan dari sebuah nilai yang diberikan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi  (BAN-PT) pada suatu jurusan.

Penilaian terhadap suatu program studi (prodi) atau jurusan pada perguruan tinggi negeri maupun swasta merupakan daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar ke prodi yang diminatinya.

Akreditasi terkadang menjadi tolak ukur bagi calon mahasiswa  dalam menentukan jurusan yang akan dipilihnya. Nilai akreditasi A memang diharapkan setiap prodi dan jurusan, akan tetapi hal tersebut harus dilihat dari indikator penilaian yang ditetapkan  pihak asesor dari BAN-PT.

Proses penilaian akreditasi meliputi 7 indikator diantaranya : visi dan misi dan tujuan sarana program studi. tata pamong, kepemimpinan, system pengelolaann, penjaminan mutu, dan system informasi.  mahasiswa dan alumni, SDM,  kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. pembiayaan sarana dan prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama, baik dri luar negeri maupun dalam negeri.

Proses penilain akreditasi mengacu pada tujuh standar yang kemudian dituangkan dalam borang, dan terdapat 100 item yang harus diisi oleh prodi dan fakultas. Pertama prodi mengajukan pengakreditasian lalu mengisi borang lalu dan menyerahkan kepada BAN-PT. Yang kemudian BAN-PT berdasarkan jadwalnya menilai borang itu.

Evalusi penilaian borang itu biasanya dilakukan oleh 2 asesor. “ Iya penilainnya dilakukan oleh 2 asesor yang berbeda perguruan tinggi bahkan kadang-kadang itu di cros antara perguruan tinggi umum seperti jurnalistik, ya itu tadi satu dari UIN, satu dari misalnya Unpad pokonya dari umum atau bisa dua-duanya dari umum,” ujar salah satu  anggota asesor BAN-PT, Prof. Dr. H. Asep Muhyidin, MA.

“Waktu yang ditetapkan untuk akreditasi itu selama 5 tahun sekali,” tambahnya.
Tujuan akreditasi selain keharusan sesuai aturan pemerintah, juga berimplikasi untuk menstandarkan mutu sebuah perguruan tinggi atau sebuah prodi.

Kualifikasi Lembaga

Darajat Wibawa, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi menerangkan, sebenarnya akreditasi itu adalah proses administrasi untuk menunjukkan kualifikasi sebuah lembaga pendidikan. Hakekat akreditasi itu sendiri untuk memenuhi standar sebuah proses perkuliahan yang representatif, dan akreditasi itu pada dasarnya untuk melihat sarana pra sarana, SDM, proses pebelajaran, proses pembinaan, dan tata pamong.

Akreditasi yang didapat jurusan komunikasi itu sekarang sudan final B. Namun sampai saat ini fakultas masih tetap berusaha untuk mendapatkan nilai tertinggi dalam akreditasi, pembangunan laboratorium yang dilakukan fakultas seperti sekarang ini semata-mata bukan untuk akreditasi namun untuk proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa ketika melakukan perkuliahan.

“Fasilitas yang diharapkan untuk memenuhi standar A itu pada dasarnya untuk proses perkuliahan bukan untuk mengejar akreditasi,” ujarnya.

Untuk persiapan sarana prasarana dalam bentuk laboratorium tampaknya untuk sekarang fakultas sudah berani melakukan Re-akreditasi untuk mendapatkan nilai akreditasi yang tinggi.

Namun selain sarana prasarana, peran alumni terutama database alumni penting dan merupakan salah satu diantara penilaian yang mempengaruhi dalam mendapatkan nilai akreditasi A. Akan tetapi sampai saat ini database yang dimiliki fakultas masih data yang lama dan masih belum mendapatkan data alumni yang baru.

“Karena mobilitas alumni itu sangat sulit sehingga sampai saat ini kami belum mendapatkan database alumni,” tambahnya, Kamis (26/11).

Selain itu laboratorium yang menjadi salah satu hambatan untuk mendapatkan nilai akreditasi tertinggi tahun kemarin. Saat ini sudah dapat digunakan.  “Yang di Gedung  U sekarang sudah bisa digunakan untuk praktik, bahkan  alat-alat laboratorium nya itu terbaik,” tutur Encep Dul Wahab.

Tolok Ukur

Akreditasi yang didapat Jurusan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk saat ini B sudah merupakan kerja keras pihak jurusan. “Pihak jurusan juga masih mengupayakan untuk mendapatkan nilai tertinggi dari sebuah akreditasi, karena sangat penting dalam tolok ukur kualitas sebuah  jurusan,” kata Ketua Prodi Jurnalistik, Encep Dul Wahab.
“Akreditasi sangat penting bahkan bisa dikatakan utama dan paling pertama, karena pada saat ini akreditasi merupakan tolak ukur dan belum ada yang menjadi tolak ukur yang lain selain akreditas,”  jelasnya, Rabu (25/11).
Akreditasi B yang dimiliki jurusan jurnalistik mendapatkan respon baik dari mahasiwa. Nilai akreditasi sejauh ini sudah cukup. Salah satu mahasiswa, Wawan  Maulana Gunawan mengungkapakan, “Akreditasi jurusan jurnalistik yang sekarang sudah mendapatkan B itu sudah cukup sih menurut saya, hanya perlu melengkapi fasilitas seperti laboratorium serta peralatan dan studio yang sekarang sudah ada dan dapat digunakan . Untuk lebih terfasilitasi lagi kuliah kita,” ungkap  mahasiswa semester 5 itu saat diwawancarai, Rabu (25/11).

Hal sama diungkapkan salah satu alumni jurnalistik, Nazmi angkatan 2010. Akreditasi yang dimiliki ilmu komunikasi jurnalistik dengan nilai B cukup jika dilihat dari fasilitas yang dulu ada. Untuk akreditasi A tentunya bukan hanya adanya lab, dan gedung kuliah yang cukup, termasuk databse alumni yang harus diupdate.

Pada dasarnya peran alumni atau kurangnya respon dari alumni mengenai pengumpulan data itu tergantung individu-individu alumni itu sendiri. Karena mungkin dari jurusan itu sendiri kurang menjalin hubungan yang dekat dengan alumni, dan hanya ketika jurusan butuh, baru menghubungi para alumni.

“Kenapa tidak dipupuk mulai dari sekarang hubungan dengan alumni supaya jika ada keperluan satu sama lain menjadi mudah baik dari alaumni ke jurusan atau pun jurusan ke alumni,” saat ditemui Jurnalpos, Rabu (25/11).

Peran FKJU

Forum Komunikasi Jurnalistik UIN (FKJU) Bandung, merupakan wadah yang bisa menggandeng alumni yang sudah bekerja di media dan menjadi wartawan, sehingga nantinya akan memberikan manfaat atau feedback ke Jurnalistik UIN itu sendiri.

FKJU di bentuk pada bulan September 2014, salah satunya adalah untuk memberikan manfaat kepada mahasiswa Jurnalistik UIN. Ini  seperti dikatakan Koordinator FKJU, Andri Fauzi.

“Meskipun ini tahap awal dan masih jauh dari kesempurnaan, jadi kita bentuk dulu wadahnya. Untuk selanjutnya kita akan melakukan perbaikan-perbaikan,” tuturnya, Senin(23/11).

Kegiatan dari FKJU ini masih berbentuk diskusi atau sharing yang dilakukan secara fleksibel  di waktu luang. Diskusi terkait semua hal terutama mengenai keluhan kerja di lapangan.

“Kita mah kumpul tak tentu, karena belum ada sekertariat buat kumpul. Jadi, kumpulnya sambil ngopi, itu juga gimana bisanya kita paling malem sekitar pukul 22.00 ke atas. Kalau sudah selesai kerja, karena kalau siang kan kita di lapangan mencari berita,” terangnya.

Peran FKJU saat ini  untuk menfasilitasi bagi mahasiswa Jurnalistik yang ingin belajar dan berhubungan  mengenai dunia kejurnalistikan. Dalam akreditasi FKJU belum memiliki peranan yang penting, karena selain baru di bentuk juga  tidak memiliki data mengenai seluruh alumni Jurnalistik.

“Sebuah jurusan bisa besar, karena alumninya. Nah, kalau jurnalistik mau besar silahkan berdayakan alumni. Harusnya alumni jurnalistik juga di berdayakan sebagai dosen, seperti di Unpad, Unpar, ITB, UI, dan Unisba yang setiap angkatan ada yang dijadikan dosen. Jadi setiap ada keperluan gampang di-calling enak,” paparnya.

Anggota Asesor Fakultas Dakwah dan Komunikasi memberikan informasi bahwa jurusan dapat melakukan perbaikan akreditasi setelah 1 tahun atau lebih dengan lebih rapih dalam mendokunentasikan segala kegiatan yang dilaksanakakan  oleh jurusan serta data-data dari akademis.

“Sebetulnya tidak terlalu sulit ketika kita serius ingin mendapatkan nilai akreditasi terbaik. Kadang-kadang, mereka lalai untuk mendokumentasikan kegiatan,” jelasnya, Senin (23/11). []  Jurnalistik V | UIN Bandung


  • Tim Liputan:  
  • Fiqih Aulia Dalemonte, Larasati Syifa, Judarmanto, Novi Nurliyas W, Nina Indriyanti, Raka Ubaidillah


About Unknown

Saya adalah pengajar jurnalistik di Prodi Jurnalistik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung. Berita atau pun tulisan di REPORTASE MAHASISWA ini merupakan hasil praktik liputan para mahasiswa. Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:


Top