ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Kupas Tuntas Makna Emansipasi



Women Studies Center (WSC) UIN Bandung menggelar bedah buku "Kinanti Terlahir Kembali". Tasaro GK, penulis buku "Kinanti Terlahir Kembali" ikut diundang dalam acara yang sekaligus membahas emansipasi perempuan ini. [] BandungOke TV

Tonton juga:
Bedah Novel Kinanti Terlahir Kembali

Women Studies Center (WSC) UIN Bandung menggelar bedah buku "Kinanti Terlahir Kembali". Tasaro GK, penulis buku "Kinanti ...

Peran Pers Sosialisasikan Pemilu



Dalam menyosialisasikan Pemilu, pers memiliki andil tak kecil. Bahkan perannya bukan sekadar sosialisasi, informasi, dan edukasi, tapi tak kalah pentingnya adalah melakukan kritik demi terwujudnya pemilu yang bebas, berkualitas, dan demokratis.

Tonton juga:
Beritakan Pemilu, Media Online Tetap Harus Profesional

Dalam menyosialisasikan Pemilu, pers memiliki andil tak kecil. Bahkan perannya bukan sekadar sosialisasi, informasi, dan edukasi, tapi tak...

Tetesan Qalbu Bertajuk Syukur



KOMA Jurnalistik UIN Bandung



BEM Jurusan Jurnalistik UIN SGD BDG menyambut mahasiswa baru Prodi Jurnalistik dengan mengadakan Kegiatan Orientasi Mahasiswa Anyar (KOMA) 2013. Kegiatan ini mengambil tema “Provoaktif dan Kreatif.” [] BandungOkeTV


Tonton juga:

Jurnalistik Latih Disiplin Peserta KOMA

BEM Jurusan Jurnalistik UIN SGD BDG menyambut mahasiswa baru Prodi Jurnalistik dengan mengadakan Kegiatan Orientasi Mahasiswa Anyar (KOM...

Floating Market Lembang



Floating market Lembang, objek wisata yang terdapat di Lembang Utara Jl. Grandhotel no. 355. Area wisata yang mempunyai ciri khas yaitu pasar apung, selain rpasar apung terdapat juga fasilitas lain untuk bermain anak, rumah apung, flaying fox dan lain-lain. [] BandungOke TV

Tonton juga:
Makan Murah dan Enak di Kedai Wake Up

Floating market Lembang, objek wisata yang terdapat di Lembang Utara Jl. Grandhotel no. 355. Area wisata yang mempunyai ciri khas yaitu ...

Was-was Saat Menyeberang di Depan UIN

Oleh: Emi Susilawati

BANDUNG -- Keselamatan dan kenyamanan saat menyeberang merupakan hak bagi masyarakat. Begitu pula bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, yang senantiasa was-was ketika menyebrang di depan kampus.

Rasa was-was saat menyebrang di depan kampus memang wajar. Pasalnya, posisinya berada dekat belokan dan kendaraan yang melintas pun seringkali berjalan cepat. Nyaris sulit bagi mahasiswa pejalan kaki dan pengguna roda dua yang berniat melintas menuju kampus.

Namun sayangnya, fasilitas yang ada tak memadai. Bukan hanya minimnya fasilitas penyeberangan yang nyaman dan aman seperti zebracross, rambu-rambu lalu lintas, ataupun jembatan penyeberangan.
Rasa was-was saat menyebrang di depan kampus bukanlah isapan jempol. Ini seperti yang dirasakan mahasiswa jurnalistik semester satu UIN SGD Bandung, Sri Yuni Muharani yang kerap merasa cemas dan was-was ketika hendak menyeberang. 
“Karena tikungan, kendaraan itu kalau di tikungan biasanya lajunya kencang. Apalagi tidak ada penyeberangan jalan, jadi makin susah dan takut,” ujarnya di depan Kampus UIN SGD Bandung, Senin (14/12).
Menurutnya, fasilitas penyeberangan jalan sangatlah diperlukan untuk pengguna jalan. Apalagi di depan kampus UIN banyak mahasiswa atau pun warga yang menyeberang jalan. 
Hal sama diamini mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris semester tujuh UIN SGD Bandung, Febriyan Delfita Sari. Ia berharap, adanya fasilitas penyeberangan jalan di UIN.

“Ya semoga saja ke depannya  bisa ada fasilitas penyeberangan jalan, untuk keselamatan para pengguna jalan,” harap Febi panggilan akrabnya, di akhir pembicaraan.[] Mahasiswa Jurnalistik III B | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

Oleh: Emi Susilawati BANDUNG -- Keselamatan dan kenyamanan saat menyeberang merupakan hak bagi masyarakat. Begitu pula bagi mahasiswa Un...

Menanti Pemerintah Peduli Sampah


BANDUNG -- Sampah berserakan kerap sudah dianggap lumrah, padahal dampaknya bisa menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan warga sekitarnya.

Di depan Borma Cipadung, Jalan Mbahjaksa RT 01 RW 01, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibru, ada sebuah tempat pembuangan sampah yang jauh dari kata layak. Masyarakat sekitar hanya membuang sampah, dan tidak menghiraukan dampak ikutannya.

Realitas itulah yang membuat Iis (40) dengan teman di lingkungannya berinisiatif membersihkannya. Mereka tergerak ketika melihat sampah menumpuk dan tidak terurus. Sampah yang bersumber dari Kecamatan Cibiru ini menimbulkan bau tak sedap dan menganggu pengguna jalan di depannya.
“Untuk pengangkutan sampah, sehari tiga kali: siang, sore, dan malam. Tergantung penuh apa tidaknya penampung sampah. Apalagi sekarang musim hujan dan sampah menjadi meningkat sampai delapan ton dikarenakan meluapnya air,” ujar Iis, Rabu (16/12).

Mereka berharap pemeritah lebih memperhatikan lokasi pembuangan sampah ini. Pasalnya, tempat tersebut dirasa tidak strategis. Sampah yang menggunung menimbulkan kesan tak enak dipandang mata. Ini terjadi, juga disebabkan sempitnya lahan pembuangan sampah.[] Agung Purnomo Hadi | Jurnalistik III A | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

BANDUNG -- Sampah berserakan kerap sudah dianggap lumrah, padahal dampaknya bisa menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan warga s...


Top