ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Perpustakaan UIN Bandung [Foto: Dok. Tim]
BANDUNG | Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung terus melakukan pembenahan fasilitas  kampus. Mulai dari kantin, tempat parkir, perpustakaan, sampai pembangunan kampus baru.

Perpustakaan kampus UIN Bandung terus dibenahi. Dulu, ketika kampus dibenahi, mahasiswa harus pergi ke Cibiru Hilir untuk berkunjung ke perpustakaan kampus. Lokasinya yang jauh cukup menyulitkan mahasiswa. Namun sekarang, perpustakaan sudah dipindahkan ke kampus UIN Bandung. Tentu dengan kondisi yang semakin nyaman.

“Menurut saya perpustakaan sekarang lebih nyaman, karena berada di dalam kampus. Tidak seperti dulu yang harus pergi ke Cibiru Hilir. Kondisi perpustakaan saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan terdahulu, sekarang tempatnya lebih nyaman, lebih bersih, dan yang pastinya ada jaringan internet gratis di perpustakaan,” ujar mahasiswa Manajemen Dakwah, Lilis Yulianti, Jum'at (20/11).

Diskianata, staf Perpustakaan UIN Bandung mengatakan, saat ini perpustakaan kampus sudah maju. Untuk mencari buku yang dicari sudah bisa menggunakan komputer pencarian. Tempatnya pun nyaman, karena ada ruang terpisah antara ruang membaca dan ruang wifi-an atau diskusi.

“Buku-buku baru banyak di perpustakaan UIN dan di-update setiap bulan, pertriwulan,semester dan pertahunnya selalu di-update. Pembelian buku berasal dari dana kampus UIN, dan dana perpustakaan interen,” tambah Diskianata, Rabu (25/11).

Kurang Lengkap

Fasilitas yang sudah semakin maju nampaknya masih dirasakan kurang oleh mahasiswa, karena buku-bukunya yang kurang update, sehingga kebanyakan yang datang ke perpustakaan hanya untuk wifi-an.

Mahasiswi psikologi semester 7, Sofi mengatakan, buku-buku di perpustakaan kampus masih kurang. “Saya yang dari Psikologi, mau cari buku diperpus téh susah, masih lengkap di perpustakaan fakultas saya dibanding di perpus UIN. Di sini tuh lebih banyaknya buku-buku Fakultas Ushuluddin, agama-agama, hadist,” ungkap Sofi, saat diwawancara Rabu(25/11).

“Mungkin lebih diperbanyak lagi ya, bukan cuma buku-buku agamanya. Emang ini UIN sih, tapi semua yang ada di kampus ini kan fakultasnya banyak, seperti psikologi, saintek. Nah kaya gitu, lebih dilengkapin lagi. Soalnya kan referensi itu benar-benar nyarinya tuh diperpus yah, sedangkan ini tuh perpus UIN-nya langsung, harusnya lebih lengkap dibanding perpus fakultas,” harap Sofi.

Begitu pun dengan Army Diana, masih merasa kurangnya buku-buku di perpustakaan UIN. “Koleksi bukunya diperbanyak, biar seperti kampus lain lengkap,” ujar Army.

Bapusipda dan Kampus

Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) memberikan bantuan ke perpustakaan yang ada di Perguruan Tinggi se-Jawa Barat. Dengan sistem penyimpaman buku secara besar di bagian pengolahan pada tahun 2014.

Bapusipda memiliki forum Perpustakaan Perguruan Tinggi yang fungsinya untuk bersosialisasi ke kampus di Bandung. Melakukan pertemuan-pertemuan, tujuannya untuk kemajuan perpustakaan Perguruan Tinggi.

“Terkadang melakukan seminar setiap satu tahun sekali untuk pengurus perpustakaan Perguruan Tinggi,” jelas Teti Suryati, Pustakawan Bapusipda, Rabu (25/11).

Di Kampus Lain

Perpustakaan UIN Bandung nampaknya masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Negeri lain di Bandung. Misalnya bila dibandingkan dengan Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Ghita Puspitasari, mahasiswi UPI mengatakan, fasilitas di perpustakaan UPI sudah lengkap. Ada ruang baca, ruang sirkulasi, referensi, reserve, kantin, ruang skripsi, thesis, disertasi, ruang seminar, audio visual, dan ruang jurnal.

“Meskipun fasilitas sudah lengkap, kelengkapan buku masih kurang,” ujar Ghita, Selasa (24/11).

"Di Universitas Padjajaran (Unpad), buku perpustakaan selalu di-update setiap 5 tahun. Perpustakaan pun disediakan sampurna corner, multimedia, dan layanan baca,” kata Kepala Sub Perpustakaan Unpad, Dadi, Rabu(25/11).

Berbeda dengan perpustakaan UIN Bandung yang masih mengharuskan mahasiswa mencari buku di komputer perpustakaan, di Universitas Islam Bandung (Unisba), mahasiswa bisa mencari buku di manapun, karena sudah ada perpus online. Mahasiswa bisa melihat buku yang dibutuhkan dan sudah bisa dipinjam melalui website e-library.unisba.ac.id.

“Meskipun terkendala lahan perpustakaan yang kurang luas, kami berusaha memberikan tempat yang nyaman untuk mahasiswa membaca. Skripsi mahasiswa didigitalkan agar bisa menambah koleksi buku yang lain,” papar Kepala Pengelola Perpustakaan Unisba, Arif, Rabu (25/11).

Janji Tambah Ribuan Buku

Staf perpustakaan UIN Bandung, Diskianata menjelaskan, standar buku yang di perpustakaan UIN Bandung mengikuti perkembangan kurikulum perkuliahan dan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengajaran atau proses pembelajaran.

Diskianata juga menambahkan, fasilitas perpustakaan UIN Bandung akan diperbaharui seperti penambahan meja dan kursi untuk pengunjung. Perpustakaan UIN berencana membuat website untuk mempermudah pencarian informasi tentang buku-buku yang ada di perpustakaan. Nantinya, bisa diakses di mana saja tanpa harus ke perpustakaan.

“Ke depannya perpustakaan UIN Bandung akan memiliki ruangan komputer khusus, dan fasilitas internet untuk mahasiswa. Perpustakaan UIN akan menjadi perpustakaan Digital,” ungkap Diskianata.

Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, di sela perbincangan dengan crew Labdak mengatakan akan menambah ribuan buku dan memperbarui buku di perpustakaan UIN Bandung. Rencananya akan selesai tahun 2017.

Pustakawan Bapusipda Jabar, Teti Suryati mengungkapkan, standar perpustakaan yang baik harus memiliki fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. “Apa artinya kalau perpustakaan megah tapi tidak ada penggunanya, tidak ada koleksinya. Jadi ya harus memenuhi standar. Koleksinya juga minimal harus ada 1000 eksemplar,” tambah teti.

Teti mengatakan, buku di perpustakaan harus sesuai dengan kebutuhan pengguna. Perpustakaan kampus harus mengadakan quesioner tentang buku apa saja yang dibutuhkan oleh kebanyakan mahasiswa, lalu sesuaikan pengadaannya. Karena apabila bukunya sudah sesuai dengan keadaan mahasiswa, maka mahasiswa pun tidak akan lari ke perpustakaan lain. [] Jurnalistik VC | UIN SGD Bandung

Tim Reportase:

  • Muhammad Ega, Muhammad Nur Rizal, Masjenar, Maulana Fikry, Nadila Eldia Rochlik, Nenden Jahrotul Jannah

About Unknown

Saya adalah pengajar jurnalistik di Prodi Jurnalistik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung. Berita atau pun tulisan di REPORTASE MAHASISWA ini merupakan hasil praktik liputan para mahasiswa. Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
This is the last post.

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top