ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Oleh: Ibnu Fauzi

Zona News Foto
Sulawesi Tengah Mei 2015 lalu, menjadi saksi bisu bagaimana Riyadi Saputra yang sukses mencetak sejarah perbulutangkisan UIN SGD Bandung. Pasalnya, ia berhasil menyabet gelar juara satu pada partai tunggal Pekan Imiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke VII 2015 cabang bulutangkis.

“Alhamdulilah saya bisa membawa pulang medali emas, dan tinggal mengejar beberapa mata kuliah yang tertinggal dengan mengikuti semester pendek,“ katanya saat ditemui di kamar kostnya, Rabu (09/12/2015).

Selama mengikuti PIONIR 2015 ia harus meninggalkan perkuliahan, tak heran ia pun mendapat tujuh mata kuliah dengan nilai E.

Riyadi yang merupakan  mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik semester tujuh mengaku sudah menyukai bulutangkis sejak kecil. Sebelumnya, ia pernah meraih kejuaraan serupa yaitu juara tiga ganda putra PIONIR 2013.

Namun, uang pembinaan juara satu PIONIR 2015 yang ia terima terbilang terlambat. Kami mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Bagian Kemahasiswaan, Asep Saepuddin. Menurutnya, ia tidak mengetahui persoalan terlambat uang pembinaan tersebut. “Itu kewenangan dari Jakarta (Red, Kemenag),” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/12/2015).

Riyadi pun menilai uang pembinaan yang diterimanya tidak sesuai dengan segaimana mestinya. Menanggapi hal tersebut, Asep tidak mengetahui perihal uang pembinaan itu. “Nanti saya coba hubungi Riyadinya,” katanya.

Ketika disinggung apresiasi pihak kampus kepada Riyadi, Asep mengatakan dirinya sudah memberikan beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Riyadi dan atlet lainnya yang sudah berprestasi pada PIONIR 2015.

Riyadi pun mengamini pernyataan Asep. “Pihak kampus cuma ngasih Beasiswa Pemprov Jabar, tapi itu kan dari pemerintah, bukan dari kampus,” katanya. Namun, ia menilai bahwa pihak kampus kurang mengapresiasi mahasiswa yang berprestasi dalam bidang olahraga. “Piala saja nggak ngasih, paling dari Dema,”  tambahnya.

Rabu (16/12/2015) Kami mendatangai Kepala Program Studi Jurnalistik, Encep Dulwahab mengatakan pihaknya sudah memberikan apresiasi terhadap Riyadi. Menurutnya, semua mahasiswa Jurnalistik yang beprestasi sudah diberikan apresiasi dalam bentuk beasiswa, yaitu beasiswa DIPA.

Sementara itu menyoal nilai semester yang didapatkan Riyadi, Dul sapaan akrabnya menilai bahwa mahasiswa masih dapat melobby dosen terkait. “Masih bisa, tergantung kebijakan dosen,” katanya saat ditemui di ruang dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Salah satu mahasiswa Jurnalistik, Fitri Sentika mengatakan pihak kampus seharusnya memberikan apresiasi berbentuk piagam. Ia pun berharap kepada fakultas atau jurusan untuk mendukung mahasiswa yang tengah mengikuti kompetisi.

“Dari saat ia berjuang, saat mengikuti lombanya, jangan hanya saat dia menang saja, kalo bisa didukung dari awal,” harapnya Rabu (17/12/2015). []

Reporter : Ibnu, Gina, Gio, Enggal, Isma, Elinda, Gustriani | Jurnalistik VB UIN Bandung

About Enjang Muhaemin

Saya adalah pengajar jurnalistik di Prodi Jurnalistik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung. Berita atau pun tulisan di REPORTASE MAHASISWA ini merupakan hasil praktik liputan para mahasiswa. Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top