ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Ilham, Top Scorer se-UIN Bandung

BANDUNG--Ilham Fatucrohman (19), mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prodi Jurnalistik Semester 3B mulai menyukai sepak bola semenjak ia duduk di SD (Sekolah Dasar). Kesukaannya terhadap sepak bola hingga membuahkan prestasi bukanlah hal mudah. Butuh proses panjang dan berliku.

Ilham Faturochman mempunyai strategi bermain jitu, jika berada di lapangan. “Mungkin kalau di lapang ini tim, tapi secara individu saya menjaga daya tahan fisik, agar tidak kedodoran saat di lapangan. Untuk saling membantu kinerja satu sama lain, intinya fisik. Fisik jangan bergadang, merokok, dan minum kopi,” ujar Ilham di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jumat (11/12).

Pria kelahiran Tasikmalaya, 16 November 1996 silam ini juga mengatakan, ia sangat termotivasi dengan pemain bola luar negeri. Selain itu, orang tuanya juga sangat mendukungnya.

“Yang pertama, kedua orangtua saya selalu mendukung di manapun saya tampil. Mereka selalu mendoakan saya, dan yang kedua adalah pemain bola Lionel Mesi pemain luar negeri,”ujarnya.
Sementara itu, untuk prestasi yang didapatkan Ilham, yakni Juara Top Scorer dan Best Player antar-mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.  Ilham mengaku senang ketika mendapatkan juara selama ia menjadi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
“Alhamdulillah senang banget, saya bisa menjadi Top Scorer se-UIN Bandung dan Best Player. Itu berkat kerja sama tim, mungkin bukan dari diri saya sendiri, tapi skill mengikuti,” ujar Ilham. [] Febry Dwiyanti Isbet | Jurnalistik III B | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung

BANDUNG--Ilham Fatucrohman (19), mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prodi Jurnalistik Semester 3B mulai menyukai sepak bola semenja...

Mahasiswa Berprestasi, Minim Apreasiasi

Oleh: Ibnu Fauzi

Zona News Foto
Sulawesi Tengah Mei 2015 lalu, menjadi saksi bisu bagaimana Riyadi Saputra yang sukses mencetak sejarah perbulutangkisan UIN SGD Bandung. Pasalnya, ia berhasil menyabet gelar juara satu pada partai tunggal Pekan Imiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke VII 2015 cabang bulutangkis.

“Alhamdulilah saya bisa membawa pulang medali emas, dan tinggal mengejar beberapa mata kuliah yang tertinggal dengan mengikuti semester pendek,“ katanya saat ditemui di kamar kostnya, Rabu (09/12/2015).

Selama mengikuti PIONIR 2015 ia harus meninggalkan perkuliahan, tak heran ia pun mendapat tujuh mata kuliah dengan nilai E.

Riyadi yang merupakan  mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik semester tujuh mengaku sudah menyukai bulutangkis sejak kecil. Sebelumnya, ia pernah meraih kejuaraan serupa yaitu juara tiga ganda putra PIONIR 2013.

Namun, uang pembinaan juara satu PIONIR 2015 yang ia terima terbilang terlambat. Kami mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Bagian Kemahasiswaan, Asep Saepuddin. Menurutnya, ia tidak mengetahui persoalan terlambat uang pembinaan tersebut. “Itu kewenangan dari Jakarta (Red, Kemenag),” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/12/2015).

Riyadi pun menilai uang pembinaan yang diterimanya tidak sesuai dengan segaimana mestinya. Menanggapi hal tersebut, Asep tidak mengetahui perihal uang pembinaan itu. “Nanti saya coba hubungi Riyadinya,” katanya.

Ketika disinggung apresiasi pihak kampus kepada Riyadi, Asep mengatakan dirinya sudah memberikan beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Riyadi dan atlet lainnya yang sudah berprestasi pada PIONIR 2015.

Riyadi pun mengamini pernyataan Asep. “Pihak kampus cuma ngasih Beasiswa Pemprov Jabar, tapi itu kan dari pemerintah, bukan dari kampus,” katanya. Namun, ia menilai bahwa pihak kampus kurang mengapresiasi mahasiswa yang berprestasi dalam bidang olahraga. “Piala saja nggak ngasih, paling dari Dema,”  tambahnya.

Rabu (16/12/2015) Kami mendatangai Kepala Program Studi Jurnalistik, Encep Dulwahab mengatakan pihaknya sudah memberikan apresiasi terhadap Riyadi. Menurutnya, semua mahasiswa Jurnalistik yang beprestasi sudah diberikan apresiasi dalam bentuk beasiswa, yaitu beasiswa DIPA.

Sementara itu menyoal nilai semester yang didapatkan Riyadi, Dul sapaan akrabnya menilai bahwa mahasiswa masih dapat melobby dosen terkait. “Masih bisa, tergantung kebijakan dosen,” katanya saat ditemui di ruang dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Salah satu mahasiswa Jurnalistik, Fitri Sentika mengatakan pihak kampus seharusnya memberikan apresiasi berbentuk piagam. Ia pun berharap kepada fakultas atau jurusan untuk mendukung mahasiswa yang tengah mengikuti kompetisi.

“Dari saat ia berjuang, saat mengikuti lombanya, jangan hanya saat dia menang saja, kalo bisa didukung dari awal,” harapnya Rabu (17/12/2015). []

Reporter : Ibnu, Gina, Gio, Enggal, Isma, Elinda, Gustriani | Jurnalistik VB UIN Bandung

Oleh: Ibnu Fauzi Zona News Foto Sulawesi Tengah Mei 2015 lalu, menjadi saksi bisu bagaimana Riyadi Saputra yang sukses mencetak sejara...


Top
Select options on the left to generate your code...